Janin Keguguran, Apakah Masih Perlu Aqiqah?

hukum aqiqah untuk bayi yang gugur dalam kandungan

Keguguran atau kehilangan bayi di kandungan adalah pengalaman yang sangat menyakitkan bagi orang tua. Dalam kondisi ini, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah orang tua harus membuat aqiqah untuk bayi yang gugur tersebut?

Pengertian dan Hukum Aqiqah

Ibadah Aqiqah adalah bentuk rasa syukur karena telah diberikan amanah buah hati dari Allah. Pada hari ketujuh kelahiran bayi, orang tua disunnahkan untuk memberikan nama yang baik, mencukur rambut bayi serta menyembelih hewan ternak (aqiqah) sebagai bentuk wujud syukur kepada Allah SWT.

Rasulullah bersabda :

قال رسول الله كل غلام رهينة بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويسمى

Artinya: “Rasulullah bersabda ‘Setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya, disembelih untuknya di hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur (rambutnya) serta diberikan nama,’” (HR Ahmad).

Penjelasan Hukum Aqiqah Jika Bayi Gugur dalam Kandungan

Ada 2 perincian penting apabila bayi keguguran di dalam kandungan

  1. Jika keguguran sebelum berusia 4 bulan atau 120 hari atau sebelum ditiupkannya ruh, maka tidak disunnahkan aqiqah.
  2. Jika keguguran setelah berusia 4 bulan atau 120 hari atau setelah ditiupkannya ruh, maka hukumnya tetap sunnah.

Hal ini sebagaimana pendapat imam Ibnu Hajar al-Haitami, beliau beralasan karena bayi yang belum ditiupkan ruh (belum berusia 4 bulan atau 120 hari) nanti tidak dibangkitkan di hari kiamat serta tidak memberikan manfaat bagi orang tuanya di hari kiamat. (Al-Masyhur Abdurrahman bin Husan, Bughyah al-Mustarsyidin [KSA: Darul Minhaj, 2003 M], halaman 258).

Untuk bayi yang keguguran setelah ditiupkannya roh (usia diatas 4 bulan atau 120 hari) jika setelah di cek USG (Ultrasanografi) dan berjenis kelamin laki-laki, maka aqiqahnya 2 ekor kambing, apabila perempuan maka aqiqahnya 1 ekor kambing. Dan jika masih ragu karena jenis kelamin bayi yang keguguran masih juga belum diketahui, maka hendaknya melangsungkan aqiqah dengan 2 ekor kambing untuk berhati-hati jika ada kemungkinan sang buah hati berjenis kelamin laki-laki.

ويسن أن يعق عن غلام بشاتين وجارية بشاة. وأفضل ثلاث وما زاد إلى سبع ثم بعير ثم بقرة. وتجوز مشاركة جماعة سبعة في بدنة أوبقرة سواء كان كلهم عن عقيقة أو بعضهم عن أضحية أو لا

Artinya: “Dan disunnahkan berakikah untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Dan lebih utama lagi (dalam akikah) tiga ekor hingga tujuh ekor (kambing), kemudian (lebih utama lagi) dengan unta, kemudian (lebih utama lagi) dengan sapi. Dan dibolehkan menghimpun kelompok berjumlah tujuh orang membeli badanah (unta) ataupun sapi baik dengan niat seluruh kelompok tersebut untuk akikah atau sebagian dari mereka berniat berkurban ataupun tidak berniat kurban,” (Qalyubi Ahmad Salamah, Hasyiyata Qalyubi wa ‘Umairah, [Beirut: Darul Fikr, 2003 M], juz IV, halaman 256).

Pada dasarnya hukum Aqiqah hukumnya sunnah menurut mazhab (imam Asy-Syafi’I) dan disesuaikan dengan kemampuan orang tua bayi. Apabila bayi tersebut laki-laki dan orang tua hanya mampu menyembelih kambing 1 ekor, maka diperbolehkan. Dan juga, seandainya tidak mampu menyembelih seekor kambing maka diperbolehkan menyembelih hewan halal sesuai kemampuan. (Al-Bulqini Sirajuddin, At-Tadrib fi al-Fiqh asy-Syafi’i, [KSA: Dar Qiblatain, 2012 M], juz III, halaman 163).

 

Kesimpulan

Orang tua dianjurkan untuk melangsungkan Aqiqah untuk sang buah hati. Apabila anak keguguran di dalam kandungan setelah berusia 4 bulan, maka hendaknya tetap mengadakan aqiqah. Meskipun sang buah hati telah meninggal, ia akan menjadi syafaat bagi orang tuanya kelak di hari kiamat.

قال رسول الله إن السقط ليراغم ربه إذا دخل أبواه النار حتى يقال أيها السقط المراغم ربه ارفع فإني أدخلت أبويك الجنة

Artinya, “Rasulullah bersabda, ‘Sungguh seorang bayi yang keguguran menundukkan kepalanya dihadapan Allah ketika kedua orang tuanya masuk neraka sehingga diserukan kepadanya (bayi keguguran tersebut) ‘Wahai bayi keguguran yang menundukkan kepalanya dihadapan tuhannya, angkatlah (kepalamu) sungguh aku (Allah) telah memasukkan kedua orang tuamu ke dalam surga,’’” (HR Baihaqi).

 

Berikut adalah beberapa jawaban atas hukum Aqiqah untuk anak yang gugur terlebih dahulu saat di kandungan yang bersumber dari https://islam.nu.or.id/bahtsul-masail/bayi-gugur-di-kandungan-apakah-orang-tua-harus-membuat-aqiqahnya-lqcXW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *