Niat Puasa Senin Kamis: Tata Cara & Keutamaannya

banner niat puasa senin kamis

Ibadah puasa merupakan rukun Islam ketiga setelah membaca Syahadat dan menjalankan Sholat. Selain puasa wajib pada bulan Ramadhan, terdapat juga puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan secara rutin, salah satunya adalah puasa Senin Kamis. Puasa sunnah yang satu ini memiliki keistimewaan dan keberkahan tersendiri bagi mereka yang melakukannya.

Puasa Senin Kamis hukumnya Sunnah, yang artinya jika dilakukan akan mendapatkan pahala dan jika tidak dilakukan tidak apa-apa. Puasa sunnah Senin Kamis ini telah dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan HR Tirmidzi sebagai berikut.

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Tu’ridul a’maalu yaumal istnaini wal khomiisi faukhibbu an yu’radu ‘amalii wa ana syooimun

Artinya: Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa. (HR Tirmidzi).

Niat Puasa Senin – Kamis

Umumnya puasa sunnah yang satu ini dilaksanakan seperti puasa pada umumnya, dimana umat Islam harus melakukan niat saat sahur atau pada malam hari. Berikut untuk lafal niat puasa Senin Kamis:

Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin ini karena Allah ta’ala”. 

Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis ini karena Allah ta’ala”. 

 

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Senin Kamis

Sama seperti puasa pada umumnya (Puasa Ramadhan dan lainnya), dimana kita harus menahan diri dari segala bentuk yang membatalkan puasa (makan dan minum salah satunya) sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari, berikut untuk urutannya:

  • Makan sahur (bagian dari sunnah puasa, namun sebaiknya Anda telah sahur agar tidak terlalu merasakan lapar saat menjalankan ibadah puasa)
  • Membaca doa atau niat puasa senin kamis
  • Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, berhubungan suami istri dan hal lainnya).
  • Membaca doa buka puasa, saat berbuka

Puasa Senin Kamis bisa dilaksanakan kapan saja, namun ada momentum dimana kita tidak boleh berpuasa pada hari Senin dan Kamis jika bertepatan pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.

Adapun beberapa hari-hari yang dilarang dan diharamkan untuk berpuasa:

  • Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)
  • Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)
  • Hari tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)
  • Separuh terakhir dari bulan Sya’ban*
  • Dan hari yang diragukan seperti tanggal 30 Sya’ban (momen ru’yatul hilal).

 

Keutamaan Puasa Sunnah Senin Kamis

Ada banyak keutamaan dalam menjalankan puasa Senin Kamis, sehingga banyak kalangan orang muslim membiasakan menjalankan ibadah puasa sunnah ini.

Hari dibukanya pintu surga

Dijelaskan pada hadist riyawat Muslim no 4652, bahwa Allah SWT membuka pintu surga pada hari Senin & Kamis.

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ

Artinya, “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan.” (HR Muslim, No. 4652)

Hari dimana amal manusia disetorkan

Ada sebuah riwayat yang menjelaskan, suatu ketika Usamah bin Zaid pergi bersama budaknya ke bukit Al-Qurâ. Pada saat itu kondisi Usamah sedang berpuasa, sementara usianya sudah lanjut. Kemudian sang budak pun bertanya, “Mengapa engkau berpuasa Senin-Kamis padahal engkau sudah lanjut usia?”

Kemudian Usamah menjawab, “Sesungguhnya Nabi Muhammad saw berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika Nabi ditanya tentang hal itu, beliau menjawab

إِنَّ أَعْمَالَ الْعِبَادِ تُعْرَضُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيْسِ

Artinya: “Sesungguhnya amalan para hamba disampaikan pada hari Senin dan Kamis.”  

Dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa” (HR Tirmidzi).

 

Hari lahir dan wafatnya Rasulullah

Hari Senin merupakan hari kelahiran sekaligus wafatnya Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits dijelaskan,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ:‏ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

Artinya: “Nabi ditanya soal puasa pada hari Senin, beliau menjawab, ‘Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku” (HR Muslim: 1162).

 

Sumber artikel dan hadits:
https://jombang.nu.or.id/amaliyah-nu/niat-puasa-senin-kamis-cara-dan-keutamaannya-vwJG5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *